9 Hal Yang Perlu Dilakukan Saat Isolasi Mandiri Di Rumah

Written by Kim on January 19, 2021 in Varian Baru Virus Corona with no comments.

Ketika seseorang tidak menunjukkan gejala, tetapi pernah memiliki kontak erat dengan pasien positif COVID-19 dan atau orang dengan demam/gejala pernapasan dengan riwayat dari negara atau area transmisi lokal. Isolasi mandiri didampingi makanan bergizi, obat, dan suplemen memang bisa menyembuhkan pasien COVID-19. Namun tahapan isolasi mandiri ini harus dilakukan dengan benar, seperti suggestions berikut.

Nah, itu lah cara melakukan isolasi diri yang benar untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, jangan sampai informasi yang beredar membuat kita panik dan takut. Artinya, bisa jadi Anda hari ini tertular virus corona dari orang lain.

Kami memiliki layanan unggulan bagi para pasien yaitu pusat layanan jantung dan pembuluh darah, layanan ibu dan anak, layanan trauma, serta layanan kanker. Primaya Hospital Group memiliki fasilitas pelayanan yang lengkap diantaranya layanan Gawat Darurat, Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang hadir selama 24 jam. Selain itu, kami memiliki area parkir yang luas, ruang edukasi pasien, ruang poli yang nyaman, ruang laktasi, area bermain di Poli Anak, ATM Center, Musholla, WiFi untuk keluarga pasien, kantin, dan space Slot Online Indonesia lobi. Pengasuh atau orang yang berada satu rumah dengan pasien harus tetap berada di rumah dan memantau kesehatannya secara rutin. Sebaiknya, orang yang tinggal satu rumah dengan pasien juga melakukan screening Covid-19 atau SWAB Test untuk mendeteksi adanya potensi paparan Covid-19. Gunakan masker jika terpaksa harus berada di sekitar orang lain atau hewan peliharaan.

Masyarakat mesti melakukan karantina Covid-19 di fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah setempat. Laporan segera kondisi pada gugus tugas untuk penanganan lebih lanjut. Jika kondisi kesehatan kamu memburuk, segera hubungi narahubung Dinkes atau Puskesmas yang sudah kamu catat lalu segera pergi ke dokter atau fasilitas kesehatan rujukan terdekat. Jangan lupa untuk menyelingi kegiatan kamu dengan olahraga ringan sehingga setelah 14 hari kamu melakukan langkah-langkah isolasi mandiri, kamu tetap sehat dan bugar. Pastikan kamu melakukan pengecekan suhu harian serta amati gejalan batuk dan sesak napas kamu.

Cara untuk isolasi mandiri

Selain pembatasan aktivitas, strategi fencing juga masih diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Oleh karena itu, diharapkan seluruh individu yang terjangkit Covid-19, meski bergejala ringan atau tanpa gejala, tetap melakukan isolasi mandiri. Pakaian ODP selama isolasi mandiri idealnya diganti minimal dua kali sehari dimana apabila pakaian yang telah digunakan di rendam dengan menggunakan detergen dan air panas dan kemudian dibilas oleh ODP sendiri.

Atas himbuan tersebut, masyarakan Indonesia harus memakai masker saat berada di luar rumah, tetap menjaga jarak saat berinteraksi dengan orang, dan sering-sering mencuci tangan. photo/istock/AsiaVisionSelama menjalani isolasi mandiri, sebaiknya pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 mengonsumsi obat untuk meredakan gejala. Orang yang positif Covid-19 tapi berstatus tanpa gejala atau gejala ringan biasanya akan direkomendasikan untuk ke tempat isolasi yang ditunjuk pemerintah jika tempat tinggalnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri. Namun, jika seandainya mama positif Covid-19 dan ingin isolasi di rumah ternyata masih bisa. Selama isolasi – pasien harus memiliki ruangan terpisah, termasuk kamar mandi. Dan segala barang yang digunakan pasien pun harus terpisah dari keluarga lainnya.

Terkait hal ini, Gubri memaparkan tata cara Isolasi Mandiri bagi OTG Terkonfirmasi Covid-19. Adapun isolasi mandiri bagi OTG Terkonfirmasi Covid-19 harus melakukan masa inkubasi selama 14 hari di rumahnya. Namun tetap dikontrol oleh petugas kesehatan dari puskesmas atau rumah sakit. Bila Anda positif COVID-19 dan memiliki fasilitas di rumah yang memungkinkan untuk isolasi mandiri dan tidak membahayakan anggota keluarga lain. Isolasi mandiri adalah tindakan pencegahan penyebaran infeksi COVID-19 bila Anda sudah terkonfirmasi COVID-19 dengan gejala ringan atau tanpa gejala . Anda juga disarankan untuk melakukan isolasi mandiri bila Anda melakukan kontak dekat dengan orang lain yang terkonfirmasi COVID-19.

Pemerintah pun menganjurkan agar pasien terinfeksi, baik ringan maupun berat, untuk enggak melakukan isolasi di rumah. Selain itu, pasien juga harus sebisa mungkin menghindari kontak erat dengan orang lain atau melakukan pembatasan fisik. “Jika isolasi mandiri tidak bisa dilakukan di rumah, pemerintah menyediakan tempat isolasi. Silakan hubungi dinas kesehatan dan Satgas Penanganan COVID-19 setempat,” jelas dia. Beragam tes COVID-19 berupa tes fast antigen atau tes usap jadi persyaratan untuk aktivitas seperti bepergian ke luar kota sampai syarat masuk kerja. Jika tes usap antigen menunjukkan hasil positif meski tak ada gejala, dokter menganjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan PCR demi mengonfirmasi hasil yang lebih akurat.

Jika baju pasien harus dicuci orang lain, jangan aduk cucian kotor. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Pasien harus terisolasi, sehingga harus menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Pasien harus selalu menggunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, serta menjaga kebersihan dengan menggunakan desinfektan. Selain itu, isolasi mandiri dilakukan bila Anda terinfeksi virus ini, tinggal dengan orang yang memiliki gejala atau terinfeksi COVID-19, atau seseorang yang ada di lingkungan Anda terinfeksi COVID-19.

Comments are closed.