Ingin Isolasi Mandiri Di Rumah? Begini Cara Yang Benar

Written by Kim on January 20, 2021 in Varian Baru Virus Corona with no comments.

Bila anggota keluarga ingin membantu aktivitas Anda sehari-hari seperti mengantarkan makanan dan lainnya, bisa meletakkannya di depan pintu tanpa kontak langsung. Gunakan masker untuk mengurangi risiko penularan COVID-19 melalui droplet, terutama bila Anda mengalami gejala ringan seperti batuk, pilek, dan bersin. Pakai masker dengan benar, harus menutupi semua bagian hidung, mulut, dan dagu. Jika orang yang sakit tidak betah memakai masker karena alasan kesulitan bernapas, maka orang sehat tidak boleh tinggal di kamar yang sama dengan yang sakit.

Tinggal di rumah atau kamar yang terpisah dengan anggota keluarga atau orang lain. Pastikan kamar Anda tertutup dari kontak dengan orang lain namun tetap memiliki ventilasi udara yang memadai dan juga bersih. Sebaiknya, pindahkan semua peralatan yang Anda butuhkan ke dalam kamar agar Anda tidak bolak-balik ke ruangan lain dan meningkatkan risiko penyebaran virus Corona. ISOLASI mandiri bagi pasien covid-19 kini makin banyak dilakukan. Pasalnya, jumlah kasus terpapar virus corona di Indonesia makin meningkat setiap harinya.

Pasalnya, tidak semua rumah memiliki fasilitas terpisah untuk satu anggota keluarga dengan yang lainnya. Intinya – tidak semua rumah ideal Tembak Ikan Terpercaya dijadikan tempat untuk isolasi mandiri. Bagaimana jika rumah sakit penuh sementara ada syarat di atas yang tidak bisa dipenuhi dengan maksimal?

Cara untuk isolasi mandiri

Ada beberapa cara melakukan isolasi mandiri setelah berpergian yang harus diketahui. Anda disarankan untuk tes PCR COVID-19 minimal tiga hari setelah kontak erat dengan pasien COVID-19, atau minimum lima hari setelah kontak dengan pasien untuk tes swab antigen. Selesai mencuci, segera buang sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun. Dalam masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, isolasi mandiri diperlukan untuk beberapa kasus yang ada. Isolasi mandiri dilakukan oleh orang yang mungkin atau sudah positif terinfeksi COVID-19 namun tidak bergejala atau bergejala ringan. Organisasi Kesehatan Dunia mengimbau orang yang terinfeksi untuk mengenakan masker untuk menekan penyebaran partikel terinfeksi di udara dan menurunkan risiko penularan.

Oleh karena itu, Sayuri mengatakan pasien yang sudah terkonfirmasi positif COVID-19 harus berkonsultasi ke dokter sebagai langkah pertama. Ada banyak informasi yang beredar di masyarakat tentang apa saja yang harus dilakukan dalam mengisolasi diri. Agar masyarakat tidak mendapatkan informasi yang salah, Kementerian Kesehatan mengeluarkan protokol isolasi mandiri. Ada delapan langkah dan cara yang bisa dilakukan masyarakat selama melakukan isolasi diri. Sarung tangan, masker dan bahan-bahan sisa lain selama perawatan harus dibuang di tempat sampah di dalam ruangan pasien yang kemudian ditutup rapat sebelum dibuang sebagai kotoran infeksius.

Dokter juga lah yang berwenang untuk menentukan pemeriksaan lanjutan terhadap pasien COVID-19, antara lain pemeriksaan darah atau foto thorax. Bila masih ragu apakah Anda perlu melakukan isolasi mandiri di rumah, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat di aplikasi Alodokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan konsultasi di aplikasi ini mengenai masalah kesehatan apa pun, baik yang terkait COVID-19 maupun yang tidak, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah. Selain itu, paru-paru dan organ very important lainnya kemungkinan telah terinfeksi virus corona. Sehingga pasien yang bergejala sedang dan berat memerlukan pengobatan dan perawatan khusus. Ketika pasien baru dilarikan ke rumah sakit ketika kondisinya sudah menurun, otomatis pengobatannya pun semakin sulit.

Olahrga melepaskan bahan kimia dalam tubuh yang membuat kita merasa lebih baik. Selain itu, olahraga juga dikaitkan dengan membaiknya kualitas tidur, berkurangnya stres dan kecemasan, dan meningkatnya memori serta kemampuan kognitif. Marcus Thormann, pemilik pusat kebugaran di Jerman merekomendasikan gerakan moderat selama 30 menit per hari, seperti yang dianjurkan oleh WHO. Pandemi global membuat penjualan minuman beralkohol meningkat sebesar 55% di Amerika Serikat. Meskipun sebagian orang menjadikan alkohol sebagai pelarian stres, namun ini sangat buruk bagi kualitas tidur. Para dokter merekomendasikan tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari.

Aktivitas pasien OTG dilakukan di dalam kamar (dok. Istimewa)Menurut ceritanya, pasien COVID-19 akan dijemput ambulans dan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Sedangkan orang ini mengaku diantar menggunakan bus jemputan sekolah menuju lodge yang dirujuk sebagai tempat isolasi mandiri. Dirinya tak sendiri, bersama dua orang anaknya yang juga dinyatakan OTG dan harus menjalani isolasi mandiri di resort. Keputusan ini diambil setelah hasil swab check yang dijalani istrinya dinyatakan positif COVID-19. Hal itu dialami oleh seorang pasien berstatus OTG, yang kini menjalani karantina mandiri di Hotel Ibis Style di Mangga Dua, Jakarta. Selama empat hari terakhir, ia dan kedua putranya menjalani isolasi mandiri tanpa mendapatkan pelayanan kesehatan selayaknya pasien OTG yang dirawat di Wisma Atlet.

Comments are closed.