Jadi Salah Satu Cara Cegah Covid

Written by Kim on January 31, 2021 in Varian Baru Virus Corona with no comments.

Reisa mengingatkan bahwa mencuci tangan, sebagai salah satu protokol kesehatan, harus sering dilakukan dengan baik dan benar. Data survei BPS 2019 mencatat proporsi populasi perkotaan yang memiliki fasilitas cuci tangan dengan sabun mengalir di Indonesia masih di bawah 80%. Mari kita jadikan mencuci tangan dengan sabun menjadi gaya hidup , terutama dalam keluarga kecil kita, Gengs. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Palyja di bidang edukasi dan kesehatan. “Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan perubahan perilaku sederhana, seperti mencuci tangan dengan sabun. Kami juga mengedukasi tentang pemilahan sampah, baik organik maupun anorganik demi kelestarian lingkungan,” katanya.

Cuci tangan pakai sabun telah dibuktikan dapat membersihkan kotoran lebih efektif. Menurut penelitian, cuci tangan pakai air hanya dapat membunuh kuman sebanyak 10 persen saja, sedangkan ketika menggunakan sabun, eighty persen kuman bisa mati. Dengan demikian, risiko kuman atau bakteri berbahaya masuk ke dalam tubuh akan semakin kecil. Cuci tangan pakai sabun juga merupakan cara paling efektif untuk menghilangkan sisa kotoran minyak atau lemak yang tertinggal. Dengan demikian, tangan Anda akan bersih dan terlindungi dari bakteri maupun kuman penyebab penyakit.

Artinya, kalau kuman-kuman tersebut tidak masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan selalu terjaga. KOMPAS.com – Selama terjadi pandemi world, masyarakat dianjurkan rajin mencuci tangan dengan sabun atau menjaga kebersihan tangan dengan pembersih tangan. Sekitar ninety eight persen penyebaran kuman di tubuh bersumber dari tangan kita sendiri. Menjaga kebersihan tangan salah satu upaya terhindar dari berbagai penyakit. “Cuci tangan pakai sabun atau handrub hanya membutuhkan waktu 15 detik.

Penting nya mencuci tangan

Menurut catatan sejarah, cara ini sudah dilakukan masyarakat pada 1817. Berbagai upaya dilakukan agar air bersih mudah diperoleh dan dapat diakses semua masyarakat. Jika dibandingkan dengan tarif perusahaan air minum di DKI Jakarta, biaya itu sangat mahal.

Hal ini sangat penting untuk mencegah kuman yang menempel pada tangan Anda masuk ke dalam tubuh, terutama jika Anda makan siang di tempat kerja. Kedua tangan tentu sudah dipenuhi kuman akibat kontak langsung dengan berbagai benda dan perabotan di kantor. Mencuci tangan dengan air saja lebih umum dilakukan, tetapi hal ini terbukti tidak efektif dalam menjaga kesehatan dibandingkan dengan CTPS.

Anak-anak juga diajari dalam pemilahan sampah organik/anorganik sejak dini. Pandemi Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) sebagai pengingat yang kuat betapa pentingnya kesehatan. Dilansir dari Buku Kata Dokter karya dr. I Made C. Wirawan, mengatakan jika sekitar eighty persen dari seluruh kasus penyakit menular ditularkan melalui sentuhan tangan.

Jenis cuci tangan ada dua, antara lain , yaitu mencuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun cair. Bila kontak dengan bahan infeksius mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun harus dilakukan. Selanjutnya , yaitu mencuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer / hand rub sejenis cairan berbahan dasar alkohol plus gliserin sebagai pelembut. Hand rub antiseptik tidak menghilangkan kotoran atau zat organik, sehingga jika tangan kotor harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Alkohol handrub merupakan fasilitas cuci tangan tidak adekuat yang cepat dan aman untuk menurunkan jumlah bakteri gram unfavorable KONG4D di tangan seperti E.coli.

Di sejumlah wilayah, air dari ledeng, sumur, mata air, air permukaan , atau air hujan bergantung pada musim. Namun, saat musim kemarau pasokan air menyusut, bahkan sampai mengering. Untuk memasak, mandi, dan mencuci, sangat sedikit masyarakat yang menggunakan AMDK. Masyarakat lebih banyak memilih air dari ledeng, sumur bor/pompa, sumur terlindung/tidak terlindung, mata air, dan air permukaan/air hujan untuk keperluan itu.

Comments are closed.